18.12.15

Solo Trip 3 Negara (Part 2: Hat Yai, Thailand)

Hat Yai

Ola-olaaa~

Setelah bobok dengan nyenyak di Sleeper Coach, pagi-pagi saya dibangunkan oleh petugas yang menyuruh saya untuk turun dan membawa barang penting saya. Saya masih ucek-ucek mata, ambil tas yang isinya dompet, paspor, kamera, langsung turun. 

Saat saya turun, kereta langsung pergi! Panik gak?? Panik bangeeetttt, saya kira keretanya pergi euy! Saya bingung banget karena ga tau ini dimana dan kita mau ngapain. hahahaha... Ternyata saya sudah berada di Stasiun Padang Besar, yaitu border antara Thailand dan Malaysia. 

Saya bengong-bengong tidak jelas dan hanya mengikuti orang-orang di depan saya, ternyata mereka mengambil form imigrasi dan mengantri. Ternyata ini adalah pintu masuk ke Thailand jika melewati jalur kereta api. Hehehe... setelah antri imigrasi, saya kembali bengong karena kereta tidak kunjung datang. Katanya sih diperiksa dulu juga keretanya. Jadinya duduk-duduk aja di peron sambil menunggu keretanya dateng lagi (padahal takut banget itu carrier kenapa-kenapa hahaha)

Arrival Card yang wajib diisi sebelum masuk ke Thailand

Peron Stasiun Padang Besar
Ujung peron stasiun Padang Besar yang luas sekaliii, sesuai namanya hahahaha XD

Setelah kereta datang, lanjut perjalanan kurang lebih satu jam untuk sampai ke HatYai. Sampai di hatyai saya yang hanya bermodalkan peta offline di handphone berjalan kaki sampai ke Tune Hotel HatYai, tidak jauh dari stasiun dan supermarket (Robinson coyyyyy kayak di Indo ajee hahaaha). 

HatYai Junction Station, welkam to HatYai guys!!!!
Suasana depan Stasiun HatYai



Karena saya datang jam 11 dan belum jam check in, saya titip carrier di front desk dan ganti baju di toilet lalu saya segera menuju Wat Hat Yai Nai, salah satu kuil dengan Sleeping Buddha terbesar di Thailand (kalau tidak salah, karena memang besarrrrr banget). Sebenarnya sih dekat dari stasiun, tapi karena harus melewati fly-over yang tidak bisa jalan kaki, saya putuskan untuk ngojek saja. Ojeknya ini mbak-mbak gitu, oh iya, kalau di Thailand, pengemudi ojek terdaftar loh dan ada nomernya (pak Jonan, bagaimana kalau solusi gojek-pemerintah nyontoh thailand gitu). Saya naik ojek sekitar 50 baht (mahaaal, padahal deket banget huhuhu, mana dia bilangnya fifteen ya saya kira kan 15 baht gitu, ternyata dia mau ngomong fifty tapi malah fifteen yang kesebut #huff -___-). Sampai Wat Hat Yai Nai, saya foto-foto dan berkeliling saja, sepi sekali disini, entah kenapa saya suka. hehehe.. 

Wat HatYai Nai Temple
Mbak Ojek~
Sleeping Buddha~~ *itu liat item-item adalah dua orang perempuan sedang jalan ke arah patung*

Setelah dari Wat Hat Yai Nai, saya ingin ke Samila Beach, yang ada patung mermaidnya itu, tapi menurut peta sih jauh bingit hehehe, pas saya naik TukTuk, ternyata supirnya adalah orang Malaysia yang sudah jadi warga negara Thailand. Dia keturunan India-Melayu, saya lupa namanya, tapi dia baik sekali, ngobrol dengan saya pakai bahasa melayu, seneng banget bisa komunikasi hahahaha... akhirnya saya tanya ke dia bagaimana cara ke Samila, lalu dengan senang hati dia menjelaskan bahwa saya harus naik minibus ke Samila dari Clock Tower (jam ditengah alun-alun gitu) dan cukup jauh katanya, tapi saya nekat! hahaha... 

Sebenarnya rute TukTuk dia tidak sampai Clock Tower, tapi dia dengan baiknya mengantarkan saya dan bahkan mencarikan minibus yang akan berangkat loh! Makasih paaaakcik! hehehe.. Dia bilang saya nekat sih ke HatYai sendirian, perempuan pula. hehe dia minta saya save nomer hape dia, in case saya butuh bantuan dia selama di Hat Yai. *saya harus ubek-ubek hape lagi kayaknya untuk cari nomernya dia* hehehe... Many Thanks to You ya pakcik!! 

Katanya sih, dari clock tower ke Samila setengah jam lebih lah perjalanannya, jadi saya bisa istirahat dikit di minibus (macem elf gitu). Oh iya, karena saya tidak tahu bahasa Thai, biar gak kenapa-kenapa, pokoknya duduk paling depan aja di mobil (lalu berdoa supaya sampai dengan selamat di kota yang bukan kota turis ini). Lalu bingung juga soalnya mereka bayarnya dengan menaruh uang di kotak gitu. Terus pak supirnya nanti menghitung sesuai jumlah penumpangnya. Ketika ada yang kurang, dia akan nanyain satu-satu. Hahahaha hayooo kmaren siapa yang bayarnya kuraaaang? LOL *gue pasang muka innocent soalnya gak ngerti bahasanya, yang jelas saya bayarnya pas om!* *hormat grak*

Itu pink-pink kotak amal duit, yang ambil sendiri kembaliannya hahaha, trust game banget sih paakkkk~
Bocah sekolah ternyata nggantung jugak, setengah harga gak yaa hahahaha
Setelah sampai (akhirnya), Ini pantai lucu banget deh, ada statue life-size mermaid dan cat & mouse gitu, overall pantainya biasa aja, tapi yang saya suka dari pantai disini atau di terengganu, pantai untuk umumnya gratis dan siapa aja bisa datang ke sana, udah kayak taman umum gitu, tapi tetap bersih, rapih dan cantik! Love it! Ga ada komersialisasi “uang kebersihan” gitu kayak pantai-pantai sepanjang lampung atau anyer #ups. Para pekerja yang ingin relaksasi setelah kerja biasanya memarkir mobilnya dekat pantai dan duduk-duduk santai bersama rekannya. Indahnyaaaaa~~~ 


Adek-adek SD pada main dan jajan di pantai, mereka jajan aja rapih loh antrinya!

Cat & Mouse statue, unik! Nyaaan~~ :3

Jajanan rapih teratur! Jempolan!
I'm with si "mbak" hehehe 
Pedagang kacang, persis kayak di Indonesia loh, ibunya muslim juga!
Si mbak 'Golden Mermaid', simbol dari Samila Beach <3

Setelah capek pusing-pusing, saya berencana kembali ke HatYai, saya bingung deh naik minibus elf dimana, soalnya tadi dituruninnya langsung di depan pantai oi! Akhirnya saya ke pos polisi, untungnya mereka bisa bahasa inggris (sedikit) dan bahasa tubuh #hahaha, akhirnya saya ngerti bahwa si minibus itu mangkalnya di suatu tempat gak jauh dari sini, dia nyuruh saya naik ojek, cuma bayar 10 baht gitu deh karena emang deket banget kok tapi kalo jalan ya gempor juga (melihat kaki udah belang bin bengkak hahaha). 

Sampai ke hotel, saya langsung mandi dan siap-siap, perut sudah meronta-ronta karena cuma jajan sosis bakar doang tadi di pantai heuheuheu. Oh iya, warga HatYai banyak yang muslim loh, seperti halnya di Phuket, jadi yang mau cari makanan Halal mudah sekali disini.

Agak malam, saya jalan-jalan ke arah tengah kota, ternyata ada night market dan street food, YUMMYYYY!!! Hahahaha lumayan deh ngeri liat lobster segede siku bayi dijual murah tinggal makan hahahaha tomyum fresh cuma 30ribuan rupiah aja disini, baju-baju juga murah bangetssss.. Top deh, saya gak nyangka aja kota sepi gini ada night market & street food yang kece juga. Setelah makan saya tidurrrr karena besok pagi udah bakal jalan ke Singapura, IYAAA KE SG LANGSUNG CUSSS!!! *capslock jebol* hahahaha mikirnya aja udah capek ya mbak broooo.. lol. 

Night market and street food 
Streetfoodnya aja rapih banget euy!

Pagi-pagi udah siap berangkat, TERNYATA SENDAL SAYA ILANG SODARA-SODARAAAA.. Ya Tuhaaaaan, kesel banget rasanya. Karena saya tadi malam terlalu lelah, dari night market saya masuk kamar dan tidur, lalu kebiasaan di kosan, tanpa sadar saya menaruh sendal saya di luar pintu. Paginya saya komplain ke Air, frontdesk Tune, dia bilang tidak ada yang melihat sendal saya dan jika mau cek CCTV, akan memakan waktu lama. Memang sih "cuma" sendal jepit konnichiwa yang berharga 50ribu, tapi kaaan saya butuh sendal T_T akhirnya saya cari-cari sendal deh di sekitar hotel sambil cari sarapan. Akhirnya saya dapat sendal jepit sekitar 30ribu rupiah dan makan di restoran muslim di samping hotel. Setelah siap, saya check-out dan berjalan menuju Davis Tour, dimana bus Sri Maju akan menjemput kita untuk menuju Singapura. Setelah bus datang, cussss kita menuju Terminal Padang Besar.

Sevel HatYai, GEMESSSHHHH~~
Davis Tour juga melayani Tour ke PhiPhi Island loh!
Sri Maju ini busnya keren loh, karena kita overnight, kita dapet selimut dan air mineral, dan juga ada bus leadernya, dimana dia yang akan kordinir paspor kita di imigrasi Thailand, Malaysia dan Singapura, keren ya! 

Sampai di Padang Besar, saya di cek imigrasinya lebay banget, sempat kesal juga karena petugas yang melayu ini meminta saya membongkar semua isi tas sampe ke kantong-kantong paling kecilnya, karena apa? karena random checking aja! kesel banget karena saya sulit sekali packing dengan carrier 28 liter udah full baju dan oleh-oleh. Udah gitu cuma diliat beberapa detik setelah saya jembrengin terus disuruh masukin cepet-cepet! *mau mleduk rasanya kepala* 

Padang Besar, perbatasan Malaysia-Thailand; Tidak diperbolehkan ambil foto di dalam :(

Bis Sri Majuku~~~

Motor-motor kece lagi pada touring Thailand-Malaysia. Keren!
Setelah memasuki Malaysia, bus sempat berhenti di rest area untuk makan dan juga keperluan toilet, bus berhenti dua kali. Saya juga sempat membeli pulsa kartu malaysia saya untuk tetap internetan #eksisbangetsihkak

Setelah sampai Woodland Johor Baru, kita cek imigrasi lagi dan akhirnya saya sampai Golden Mile Complex jam empat pagi sodara-sodaraaaaa.. hehehehe...bagaimana nasib saya?


Lanjutannya di part tiga yaaaa~~

XOXO,

1 comment:


  1. I'm extremely impressed with your writing skills and also with the layout on your blog. Is this a paid theme or did you customize it yourself? Either way keep up the nice quality writing, it's rare to see a great blog like this one today. paypal login my account

    ReplyDelete

Popular Posts

Blogroll

Search This Blog

About Me

My Photo
Cilandak, DKI Jakarta, Indonesia
♡ petite fille ♡ traveling noob ♡ love cheap things ♡ for inquiries and (or) exchange link, email me at: karin.karinyoo[at]gmail.com
@karinyoo 2012-2015. Powered by Blogger.

To get the latest update of me and my works

>> <<