23.2.15

Dilan. Dia adalah Dilanku tahun 1990

I love to read, saya suka sekali membaca, dari komik hingga novel.. sampai ensiklopedia. hehehe..

Seperti postingan sebelumnya, Februari saya tidak berbunga-bunga seperti layaknya dua muda-mudi yang mengadakan selebrasi romansa diantara mereka #ceileh. 

Sudah enam tahun saya tinggal tidak bersama orang tua, saya tiga tahun ngekost di Depok karena kuliah, dan sudah tiga tahun juga ngekos di Cilandak karena bekerja. Sejujurnya saya suka tinggal jauh dari orang tua, tidak perlu ada yang mengatur kehidupan saya (mau ngapain kek, terserah!); namanya juga anak muda kan. hehehe.. tapi jujur juga, saya kesepian, saya kost sebagai karyawati, pulang malam, tidak bisa ngobrol dengan teman kost (selain tidak akrab, mereka juga pulang malam, sama seperti saya), kadang merasa sendirian ditengah kehidupan yang ramai ini... langsung kangen Ibu juga tentunya..:)

Di kost, saya terkadang hanya bisa nonton, dan untuk mengimbangi hobi menonton film saya di kosan (sehari bisa download 2-3 film), saya sisipkan dengan membaca, saya punya cukup banyak novel di rumah dan kost (tapi tidak sebanyak koleksi komik saya tentunya!). 

Dalam kegelisahan, setelah sendirian wandering di Gramedia PIM, saya teringat bahwa di Path teman-teman saya sedang suka membaca sebuah novel berjudul Dilan. saya pun penasaran untuk membaca novel ini tanpa melihat resensi sebelumnya. Setelah membayar novel Dilan, Agatha Christie: A murder is announced dan sebuah komik berjudul 100 days of tears, saya langsung bingung..mana duluan yang mau dibaca..

Jajanan kemarin
Sudah malam, akhirnya saya baca Agatha Christie terlebih dahulu, namun setelah beberapa penggal kalimat, saya putuskan untuk membaca Dilan. Entah mengapa..

Dalam waktu sekitar 2-3 Jam, saya tertawa terkikik, senyum-senyum sendiri, kadang nyengir sambil gegulingan. Dalam waktu 3 jam saja, Pidi Baiq (penulis), telah berhasil membuat saya jatuh cinta dengan Dilan, membawa saya berimaji dan mengingat situasi tahun 90an (saya lahir 89, jadi mas Dilan SMA, saya baru ultah pertama. hehehehe). 

Saya juga dibawa mengerti perasaan Milea saat itu, saya seperti menjadi Milea yang jatuh cinta dengan segala ke-absurdan pengungkapan cinta Dilan. Bahasa yang digunakan oleh Pidi Baiq sangat lugas, pembaca mudah mengerti apa yang diceritakan, walaupun banyak bahasa tidak baku yang menurut saya agak ganggu jika diselipkan di sebuah kalimat yang sangat formal. Tapi itu tidak berpengaruh besar, saya suka bukunya, SAYA CINTA DILAN!

Membaca Dilan membuat saya mengingat kapan terakhir kali saya merasakan bagaimana rasanya malu-malu-tapi-mau-nya jatuh cinta, sudah 7 tahun yang lalu ternyata saat terakhir saya merasakan hal itu.. namun dari tujuh tahun itu hingga sekarang, saya tidak berhenti untuk jatuh cinta dengannya.. belum bisa berhenti, tepatnya. :) #eaacurcol

Dari banyak blog resensi yang saya baca setelah saya membaca Dilan, banyak kesamaan yang didapat, yaitu penulis bisa membuat mood pembaca jadi baik setelah selesai membaca, kita merasa senang walau "hanya" disuguhi cinta sederhananya abg dengan latar Bandung.

Tidak sabar rasanya menunggu Seri 2 dari Dilan. kemarin malam, kata mas Gramedia beberapa hari dari sekarang seri dua akan rilis! Tidak sabar! 


Judul: Dilan (Dia adalah Dilanku tahun 1990)
Penulis: Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books (Mizan Group)
Tahun Terbit: 2014
Jumlah hal.: 330 hal

13.2.15

Review: Mars Kitchen (Chef Rinrin Marinka)

Hi, how's life going?

While my February seems little bit bitter, i tasted something sweet at Mars Kitchen, a cafe owned by Chef Rinrin Marinka. Actually, i thought the name of the cafe is Organic, because before they put the signboard titled "Mars Kitchen", the sunbrella printed "organic cafe" and I already visited the cafe before "Mars Kitchen" conduct their grand opening (Chef Rinrin told me that grand opening will be held on early March). 

My first visit was enjoyable and i never thought the cafe is owned by Chef Rinrin. I visited the cafe because it is only 10 meters from my office and it was raining outside. I had appointment with Ciduy, my best friend of 11years, that day and we could not find the proper and nearby restaurant to meet. While thinking, i just think of the newly-opened cafe beside Snappy Fatmawati and i want to try it since the cafe exterior is convincing, hahahaa

"Rin, I'm already at Organic ya" she said.

I directly get an umbrella and walked to the cafe. At first, i did not notice that there were some people gathered at table near the entrance door. Then ciduy told me after we ordered the food "Rin, is that Chef Rinrin? I just watched her on Kick Andy last night!! she said that she'll open a cafe and i think this is her cafe!"

"Really?? masa sih?" i really did not saw her (Chef Rinrin). LOL.

Ciduy, Chef Rinrin and me
After a while, she came to us and asked how's the cake.. we happily to say that the cake are absolutely amazing (for all-natural&gluten-free food, the taste is amazing). We ate carrot cake and chocolate cake... both of them taste delicious but not too sweet (which is nice, i don't really like too-sweet foods). 

Choco cake (IDR 35K)
The interior of the cafe is cozy and calming due its dimmed light and wooden interiors. Chef Rinrin stated that she will added more menus on its grand opening. The current main course available is just a baked rice (red rice) but the selection of cakes and teas are plenteous; as a tea addict, this is a little heaven to me. hahahaha...

Interior
Cozy atmosphere <3

On my second visit, the waiter recognized me and greeted me happily "Hello miss, welcome back". I smile and said "Do you still remember me? wow" hahahaa. At that time, I saw Chef Marinka and Nino Fernandez busily taking care of the customers. 

Gryphon tea, their selection is amazing! (IDR 32K, free 2x refill)

Baked Red Rice, superb! (promotional price IDR 30K, regular price IDR 35K)

Red velvet cupcakes, ENAK!!! (IDR 20K)
Alvin and Vita ordered baked rice and i ordered red velvet cupcakes. I really love the tea, the offers various brand of tea but my favorite is Gyhpon tea. Previously i had so much joy drank Hanami tea, it is tasted like i drink sakura flowers. for the second visit, i ordered Pearl tea (jasmine and Morocco rose), it was great.. hmm.. i mean, GREAT. hahaha because mas Nino brew the tea for me. HAHAHAHA.....   thanks mas Nino, you and chef Rinrin are great couple and very humble. :)

So far, i really like the cafe and i (surely) will visit the cafe again, since they offers great healthy foods and really close to my office. 

Want to visit the cafe?
Mars Kitchen
Jl. RS Fatmawati No. 14B (beside Snappy Fatmawati and Edi Auto/Total Buah Segar)
Jakarta Selatan
Tel. 0813 1166 5788
Twitter: @marskitchenjkt
Instagram: marskitchen

Popular Posts

Blogroll

Search This Blog

About Me

My Photo
Cilandak, DKI Jakarta, Indonesia
♡ petite fille ♡ traveling noob ♡ love cheap things ♡ for inquiries and (or) exchange link, email me at: karin.karinyoo[at]gmail.com
@karinyoo 2012-2015. Powered by Blogger.

To get the latest update of me and my works

>> <<