12.9.13

Korean Language Class

Saya ingin sekali pergi ke Korea, tapi sayang belum juga kesampaian. 
Inginnya sih sekalian belajar sesuatu atau sambil bekerja (kalau bisa) hehehehehe....

Dengan mimpi itu, saya mulai belajar bahasa Korea di Korean Cultural Center Indonesia (KCCI). KCC itu adalah lembaga resmi dari Kedutaan, jadi sama seperti CCF-nya Perancis, Japan Foundation-nya Jepang, Goethe-nya Jerman, dll :D

Saya ingat pertama kali saya masuk kelas, saya pendiam sekali, tidak punya teman dan malu untuk mengajak bicara teman di sekeliling saya (>_<) maluuuuuu... tapi lama-kelamaan, kita akrab sekali :D

Duh jadi kemana-mana hehehe, coba sekarang saya jelaskan mengenai Kelas bahasa di KCC.

Kelas bahasa Korea di KCC ada banyak sekali tingkatan, seperti:
  • Dasar 1-4
  • Menengah 1-3
  • Lanjutan 1-2
  • Conversation
  • Kelas Film dan Musik
Biaya untuk mengikuti kelas bahasa juga tidak begitu mahal (IDR 720.000/level) jika saya bandingkan dengan lembaga bahasa di kampus saya, LBI UI, apalagi di KCC gurunya adalah native, jadi kita lebih mudah untuk berbicara dengan baik dan benar. :) 

Pada tiap akhir term akan diadakan tes dan akan mendapatkan sertifikat dari King Sejong Institute, yaitu penyelenggara kelas bahasa Korea di KCC. Selain dari tes, penilaian juga dari absensi yang tidak boleh kurang dari 75%.

My class experience

Bahasa Korea adalah satu-satunya bahasa yang "dibuat" dan diketahui sejarah pembuatannya. Pencipta Hangeul adalah Raja Sejong (coba nonton Deep Rooted Tree, Song Jong Ki berperan sebagai Sejong muda <3).

Saya senang sekali belajar di kelas Rabu-Jum'at pukul 18.30-21.00 dengan Guru Kim. Kim sem (singkatan dari Seon Saeng Nim, yang artinya Guru), sangat humoris dan cukup fasih berbahasa Indonesia dibandingkan dengan guru-guru yang lain karena beliau pernah lama di Jogja untuk mengajar sebelum akhirnya bekerja di salah satu perusahaan Trading di Jakarta. Sebenarnya, pelajaran bahasa Korea tidak begitu sulit, namun diperlukan perbendaharaan kata yang banyak agar lebih memudahkan kita untuk mengerti.

Teman-teman di kelas saya pun bervariasi, dari mulai pasangan suami-istri, anak SMA (Asya maknae!) sampai manusia seperti saya ini ^_^ bisa cek Blognya Nadya Eonnie~ yang ngebahas tentang kelas bahasa Korea :)

내 친구 dan 우리 선생님!
Saat ini saya akan melanjutkan ke kelas Dasar 2, doakan ya! :D

UPDATE: Saya sudah sampai di Level 4 (susunan sudah berganti seiring dengan waktu :D)

안녕하세요!

11.9.13

Traveling while working and (or) Working while traveling?

Traveling while working?
Working while traveling?
Know the difference.

Tulisan ini adalah hasil curahan hati tukang jalan seperti saya menghadapi tugas keluar kota/negeri. 

Pada dasarnya, saya bisa mengatakan bahwa saya pernah menjalani keduanya dan itu dapat berjalan berdampingan kok, asal tahu saja bagaimana tips dan triknya. 

Working while traveling

kaya gini asik kan? :p images from: http://www.smallbiztechnology.com
Bekerja selama traveling itu memang sedikit mengganggu, tapi jika bisa menyiasati waktu untuk menikmati liburan dengan waktu untuk korespondensi dengan pekerjaan kantor, maka niscaya akan menjadi mudah, apalagi jika kita mengambil cuti di hari kerja.

Tipsnya adalah sebagai berikut (tips ini diutamakan jika kamu traveling ke daerah yang dapat akses internet dan telepon) :
1. Jika pekerjaan kamu membutuhkan ketik-mengetik atau sarana komputer, bawalah bahan-bahan yang diperlukan di netbook, flash disk atau smartphone kamu, supaya data yang dibutuhkan untuk pekerjaan dapat diakses dengan mudah,
2. Pastikan telepon genggam kamu selalu aktif supaya hubungan dengan pihak kantor lebih mudah, dan
3. Beritahu rekan kerja kamu jika kamu sedang mengerjakan suatu project tertentu, jadi jika kamu tidak bisa dihubungi, ada orang lain yang mengetahui progress pekerjaan kamu dan tahu letak dokumen yang dibutuhkan.

Traveling while working

Traveling selama bekerja itu adalah anugerah. :p Tapi pastikan semua pekerjaan kamu beres sebelum menikmati daerah yang sedang kamu kunjungi itu.

Sekedar curahan, saya adalah orang yang suka bercanda. Karena candaan saya, ada rekan kantor yang menjadi tidak suka dengan kepergian saya keluar kota untuk bekerja. Ya, ketika mendapat tugas keluar kota, saya sering bilang "jalan-jalan!", padahal saya tidak bermaksud untuk membuat seorang rekan kantor yang jarang keluar kota itu menjadi sebal dengan saya :p (padahal setelah itu saya berpikir serius mengenai pekerjaannya).  Walaupun sesusah apapun pekerjaannya, saya senang jika disuruh keluar kota. Untuk masalah dengan rekan tersebut,bos saya pernah dengan bijak berkata kepada saya: "Di setiap kantor pasti ada orang yang tidak cocok, jadi coba lah untuk bersabar dan tetap profesional menjalai pekerjaan" *yiha, bos saya mendukung*

Bekerja di daerah luar kota itu saja sudah termasuk traveling, tinggal bagaimana kamu menikmati pekerjaanmu saja. hehehehe Sejauh ini sih saya bisa mensiasati porsi pekerjaan dengan porsi menikmati potensi wisata daerah yang saya kunjungi tersebut. 


Jalan-jalan ke Batu setelah training di salah satu pabrik rokok di Malang. Saya hanya punya waktu 24 Jam di sini, kenapa tidak dimanfaatkan? Iya nggak? :D
 
Spesial pake telor untuk rekan kerja saya tercinta, saya sisihkan paragraf terakhir untuk situ:

1. Saya kroscek semua perkataan anda mengenai saya ke orang-orang terkait, yang menurut anda "tidak suka" "diintimidasi" "direweli" oleh saya, orang tersebut bahkan tidak merasa demikian, jadi saya menggangap bahwa ini termasuk tuduhan serius dan memberatkan saya, tapi saya ikhlas lahir-batin kok.
2. Candaan saya untuk menggunakan AirAsia daripada LionAir itu jangan ditanggapi serius, kalau saya minta terbang dengan Garuda Indonesia, barulah anda bisa sinis, wong AA dan LA sama-sama low cost carrier kok, apa yang mau dibandingin? :D
3. Lain kali, langsung saya bilang ke saya kalau ada apa-apa, jangan lewat jalur belakang, kaya calo tiket aja ;)
4. Maaf kalau anda merasa "gengges" dengan saya (tapi saya gatau arti gengges sih), tapi bukan saya yang meminta pekerjaan ini. Saya hanya bercanda hampir 2minggu sebelum ada keputusan berangkat/siapa yang mengerjakan pekerjaan ini. Pada hari H-4 deadline baru saya tiba-tiba diminta pergi. Saya saja lupa kalau saya pernah bercanda untuk minta diberangkatkan.
5. Saya tidak pernah mengurusi pekerjaan anda, jadi anda bisa untuk tidak mengurusi pekerjaan saya kan? kalau terus ngurusi kerjaan orang, nanti makin lama lho dapet jodohnya :-*

Cheers,

9.9.13

Jungle Land: Bogor (The unfinished business)

Sebelum lebaran kemarin, tante tiri saya dan anak-anaknya dari Palembang singgah ke Jakarta dengan tujuan akan berlebaran di Bandung. Nahasnya, mobil tante saya yang dipakai dari Palembang rusak saat memasuki Bakauheni. Koplingnya rusak, tapi ajaib sekali masih bisa selamat dan jalan sampai rumah saya (Bekasi City nan Tegar Beriman) :p

Selagi mobil masuk bengkel, tante saya inisiatif mengajak ke Dufan dan meminta saya mengantarnya, karena anak-anaknya belum pernah ada yang ke Dufan, saya setuju saja, toh saya sudah lama sekali tidak ke Dufan. Terakhir kesana bersama mantan pacar saya sekitar 6 tahun lalu, dapat tiket gratisan pula :p (sungguh kenangan) >_<

Malam sebelum hari H, saya menelepon Dufan jam 11 malam (saya cukup kaget karena hotline mereka buka 24 jam!!!). Menurut customer service yang mengangkat saat itu, Dufan sedang tidak ada promosi apapun, jadi harga normal yang ditarifkan, yaitu IDR 250.000 per orang. Karena saya masih kurang rela dengan harga tiketnya, saya coba mengusulkan untuk ke JungleLand, kebetulan sepupu saya pada hari sebelumnya juga menyarankan ke JungleLand dan adiknya ingin sekali mencoba KRL, so jadilah tujuan kita berubah. 

Setelah browsing-browsing mengenai cara menuju kesana dengan menaiki KRL, ternyata tidak sesuai dengan apa yang saya baca, seperti:
1. Naik TransPakuan menuju Bellanova Sentul (saya tidak bilang ini salah, tapi..... nanti saya ceritakan)
2. Naik bus langsung ke Nirwana Sentul dari Botani, lalu naik shuttle bus (yang ini benar-benar salah)
3. Pulangnya mudah karena banyak Ojek dari JungleLand menuju Bellanova untuk naik TransPakuan

Kenyataan yang saya alami:
1. Angkutan menuju Botani Square, yaitu angkot 03 cukup sulit, karena selalu penuh dan jalannya cukup berputar-putar (lelah di jalan)
2. Halte TransPakuan cukup jauh dari Botani (tidak terlihat dari Botani :( )
3. Tidak ada bus dari Botani
4. Tidak ada shuttle bus ke JungleLand DARIMANAPUN

Penjelasan lebih lanjut:
Akhirnya karena kelelahan, kami langsung saja naik TaksiBiru dari Botani ke JungleLand (IDR 60.000, Tol IDR 1.500), yang menurut kami lebih tidak menghabiskan waktu, daripada saya harus berlama-lama di TransPakuan yang hanya sampai Bellanova. Dan ternyata memang dugaan saya cukup akurat, dari Bellanova sulit sekali mencari angkutan publik ke JungleLand yang ternyata terletak di ujung sentul (masih belasan kilometer hingga sampai ke JungleLand, argo dari IDR 20 ribuan saat masuk sentul, menjadi 60 ribu saat sampai JungleLand). :( Jauh sekali, tidak ramah dengan orang-orang irit seperti saya ini. 

Setelah sampai, saya agak takut. Bagaimana nih nanti akomodasi untuk pulangnya?. Supir taksi yang saya naiki memberikan saya nomer telepon pangkalannya yang di Sentul, lalu saya pikir "Yasudah lah, berarti nanti langsung naik taksi sampai rumah saja". Tapi kekesalan saya tidak cukup sampai disini saja, nanti saya ceritakan lebih lanjut, sekarang kita review saja wahananya.

The Gate
 

Saat masuk, saya cukup kagum dengan pintu masuknya yang cukup mewah dan megah, belum lagi ada kerangka bundar yang besar seperti di Universal Studios Singapore gitu, saya langsung sumringah deh (hehehehe). Setelah berfoto-foto, saya langsung menuju kaunter pembelian tiket seharga IDR 100.000. 
pintu masuk

sekitar pintu masuk
The Game

Setelah masuk, saya cuma bisa tercengang. Besar, tempatnya luas sekali! TAPI ... tapiiii.... wahanya yang dapat dinaiki bisa dihitung dengan jari, sedikit sekali, dan sangat gersang bila dibanding Dufan. Kalau kata sepupu saya "Yah mbak, beda banget sama yang di websitenya!" Saya pun berfikir demikian karena dari yang saya baca adalah JungleLand ingin jadi theme park terbesar di Asia, jadi ekspetasi saya cukup tinggi. 

Candi yang belum jadi

Masih belum jadi :(

Lagi-lagi saya cukup kecewa karena saya ingin sekali naik Ferris Wheel (kincir ria), tapi ternyata belum dibuka, belum lagi wahana yang lain banyak sekali yang ditutup. Tapi dengan semangat liburan, kita coba menikmati saja wahana yang ada.\(^_^)/

Petir

Mobil Jeger-Jeger

Mau dibikin rodeo-rodeo gitu deh kayanya

Pontang-panting, my fave ride :D

Hihiberan
Oh iya, di JungleLand ada FunScience Adventure, yang menurut saya konsepnya cukup bagus, kita bisa berinteraksi dengan robot-robot yang berbentuk hewan dan percobaan-percobaan science ringan yang dapat menambah pengetahuan anak-anak, namun lagi-lagi, sudah banyak yang rusak atau tidak berfungsi, padahal JungleLand kan masih baru(?).
  
Giant metugi :D

The sad Girin
Setelah menghabiskan hari, saya berencana untuk pulang dengan memesan taksi, namun ternyata taksi sekelas TaksiBiru tidak mau menjemput di JungleLand, karena termasuk tempat umum, dan pool yang di Sentul juga tidak mau menjemput kita. Karena cukup pusing, saya sejenak terdiam dan coba bertanya-tanya kepada satpam mengenai ojek, namun ternyata jarak untuk mendapatkan ojek jauh sekali, saya harus jalan kali 2Km untuk mendapatkan ojek yang belum tentu ada. 

Shuttle bus? Tidak ada yang namanya Shuttle bus di sini, yang ada hanya Shuttle car yang khusus mengantar anda yang parkirnya jauh dari gate masuk. :-| Dengan berpasrah muka, saya minta tolong saja supir shuttle car untuk mengantar kita ke BellaNova dengan membayar beberapa lembar sepuluh ribu -_- Saat di jalan, hujan turun dengan derasnya, makin rusaklah mood saya. Namun karena perjalanan ke Bellanova cukup memakan waktu, akhirnya kami bisa sampai saat hujan reda. 

Sampai di Bellanova, saya sudah terlanjur lelah, jadi kami putuskan untuk langsung menggunakan taksi untuk pulang ke rumah. :-|

Overall, saya mempunyai hari yang cukup menyenangkan karena saya membawa sepupu yang masih SD, jadi saya harus ikut bersenang-senang dong :)

Apa kalian sudah ada yang kesana juga? :)

Cheers,









UPDATE: Hai, ini karin! menurut update dari kerjaan saya yang sering blogwalking, sekarang dari bellanova sudah ada shuttle bus ke JungleLand dan saya belum kesana lagi, so don't take this review as a bad one yah.. :) 
 

Popular Posts

Blogroll

Search This Blog

About Me

My Photo
Cilandak, DKI Jakarta, Indonesia
♡ petite fille ♡ traveling noob ♡ love cheap things ♡ for inquiries and (or) exchange link, email me at: karin.karinyoo[at]gmail.com
@karinyoo 2012-2015. Powered by Blogger.

To get the latest update of me and my works

>> <<